RSS

Ini



Ada apa dengan hatiku?
Aku marah, tapi airmata ku yang menetes lemah
Aku benci, tapi hati tak bisa membenci
Aku muak dengan keadaan ini, tapi apa daya ketika sang waktu saja bertahap menyingkap semua
Siapa aku? Bagaimana harus aku lalui kecewa yang bahkan tak tampak ujungnya
Haruskah aku pura-pura saja buta, tuli, bahkan membisu dengan jeda tangis dan luka yang ku rasa
Aku tahu bukan hanya aku yang terluka, bukan hanya aku yang kecewa, bahkan bukan hanya aku yang ada
Tapi hati ini, diri ini, lelah. sungguh!
Mengapa beberapa orang bisa mengabaikan perasaan orang lainnya, sedangkan aku tidak
Mengapa beberapa bisa membatu tak beraku, sedangkan aku tidak
Aku ingin sekali memdendam, tapi aku tahu diri. Aku bukan malaikat ataupun iblisnya. Aku hanya mahluk biasa.
Entah itu luka, entah itu kecewa, duka, tangis dan putus asa, aku harap kan berlalu tanpa dendamku, tanpa benciku, namun dengan syukurku menjadi mahluk biasa meski harus terluka.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kamu

Mengapa masih kamu? 
Mungkin karena kamu yang pertama mengajarkanku ikatan sederhana itu

Mengapa masih kamu?
Mungkin karena kita mulai dengan canda,  tapi jadi nyata

Mengapa masih kamu?
Mungkin semua yang kita ukir selagi bersama benar tulus adanya

Mengapa masih kamu?
Mungkin karena setelah denganmu aku tak mencoba lagi

Mengapa masih kamu?
Mungkin karena aku memang sulit untuk melupakan, melupakan kisah, kenangan dan hari-hari bersama yang terukir indah penuh warna

Masih yang pertama, masih menunggu dengan keyakinan, masih berharap kelak kan datang waktunya kita bersama

Untuk kamuku, yang ku rindu dan tersirat indah dalam doa

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kenangan Indah Bersamamu

Ingatanku menghadirkanmu tanpa aba-aba dariku
Pikiranku menyediakan tempat untukmu, tak usah tanya soal hati karena kamu masih ada disana
Kenangan yang ada, pantaskah aku mengenangnya? benarkah itu kenangan?
Kisah yang pernah ku lalui denganmu apakah pantas aku sebut kenangan?

Tahukah kamu, aku tersenyum mengingatmu, aku bahagia ketika yang ku ingat adalah hari-hari yang penuh canda dan tawa,
Aku melewatkan sedih yang pernah kau buat, karena ingatanku tak tepat tentang itu
Tapi apa ini, tentang tawa, bahagia, aku mengingat semua yang pernah ku lalui bersama mu

Aku sepenuh hati bahagia mengingatmu, tapi bagaimana dengan kamu?
Aku hanya ingin kenangan bahagia yang tersimpan, agar kelak aku bisa mencinta lagi
Aku hanya ingin mengingat kenangan indah itu, karena aku tak ingin luka membuat ku jera
Aku harap pun begitu pula denganmu

Ingatlah tawa yang pernah kuhadirkan untukmu,
Jika tulus itu pernah ada dalam aku dan kamu, ku harap senyum yang tergores dari sela memorimu tentangku,
Karena sungguh aku ingin menggoreskan bahagia di kisah yang pernah menghadirkan kamu dan aku menjadi kita
Meski nanti aku tak sebanding dengan dia yang kau cinta, setidaknya tersenyumlah saat waktu mempertemukan kita tanpa sengaja, agar aku tahu bahwa kita akhiri semua sungguh dengan bahagia yang terbawa bersama kisah-kisah kita

Izinkan aku menyimpannya dalam hatiku, dan kuberi nama "kenangan indah bersamamu"
Meski nanti hanya aku yang mengenangnya sendiri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Puisiku

Masa demi masa berlalu dan aku tahu itu

Waktu berputar tanpa dapat ku jeda, aku cukup sadar itu

Kisah-kisah terangkai dari cerita demi cerita, yah ! Itu hidup

Hidup yang penuh dengan segala kisah tanpa arah

Hidup yang berjalan meski tanpa sang penopang yang biasa di sebut kasih

Kadang terpikir, apa aku adalah pohon yang kokoh?

tak butuh penopang tuk tegak, tak butuh sandaran karena takut badai

Namun bukan karena aku sombong, bukan karena aku takut akan luka

Aku hanya menanti yang tepat tanpa perlu mengemis untuk kasih

Aku hanya telah lama menanti yang tulus,

yang  kan menjadikanku sebagai malaikat terpilih peneduh jiwa

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Puisiku



Malam hanya berusaha menampakkan gelapnya
Sunyi semakin menyeruput menusuk waktu
Tampak jelas, mataku bahkan tak dapat terpejam
dari kenangan-kenangan itu
Tampak jelas, telingaku mendengar  
lantunan nada-nada canda yang dulu ada
Tampak jelas, tampak nyata,  
bahwa kenangan itu memang pernah ada dulu
Bukan aku pecundang malang yang tak terima apa yang nyata,
Bukan aku ingin membutakan,
menulikan indraku dari garis yang memang sudah tergaris
Aku hanya berusaha mencari celah,
aku hanya berjuang menghapus jejak dimana seharusnya tak pantas tuk ku hindari,
Dimana pantasnya untuk ku terima kisah nyata yang akulah pemeran utama tanpa tahu skenario cerita Bahwa malam pekat dan panjang penuh kalut pikiranku yang akan menyelimuti tanpa henti bila aku tetap bertahan untuk kisah yang telah mengantarku keluar tanpa ragu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS